Mahasiswa PKUMI-PTIQ Telusuri Jejak Al-Qur'an Thomas Jefferson di Washington D.C.

Mahasiswa PKUMI-PTIQ Telusuri Jejak Al-Qur'an Thomas Jefferson di Washington D.C.

WASHINGTON D.C. – Perjalanan akademik dan kultural delegasi mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) Universitas PTIQ yang sedang short course di University of California Riverside (UCR) semakin mendalam. Didampingi oleh supervisor program, Prof. Muhamad Ali, para mahasiswa melakukan kunjungan bersejarah ke sejumlah tengara penting di Washington D.C., dengan tujuan utama mengeksplorasi koleksi di Library of Congress, khususnya pada bagian Thomas Jefferson Building. Kunjungan ini membuka wawasan para kader ulama mengenai akar sejarah diskursus Islam di awal terbentuknya Amerika Serikat.

Fokus paling menyita perhatian dalam kunjungan tersebut adalah saat Prof. Ali menunjukkan koleksi naskah kuno berupa "The Koran" milik Thomas Jefferson. Teks tersebut merupakan terjemahan Al-Qur'an ke dalam bahasa Inggris yang dikerjakan oleh sarjana asal Inggris, George Sale, dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1734. Thomas Jefferson membeli buku tersebut pada tahun 1765, di mana pembelian ini didorong oleh kehausan intelektualnya untuk mengkaji sejarah perundang-undangan dan kajian hukum komparatif. Pengetahuan dari teks-teks seperti inilah yang kemudian membantu membentuk pandangan Jefferson tentang kebebasan beragama yang universal. Fakta sejarah ini memberikan pesan intelektual yang kuat bahwa keberadaan Islam bukanlah hal asing yang baru masuk ke Amerika, melainkan bagian dari wacana, kajian pustaka, dan kesadaran sejak bangsa tersebut mulai didirikan.  

Selain Library of Congress, rombongan juga menelusuri pusat-pusat kekuasaan dan lanskap sejarah Amerika, seperti Capitol Hill dan The White House. Perjalanan sarat makna ini dilanjutkan menuju Lincoln Memorial, tempat para mahasiswa merenungkan kembali esensi perjuangan hak-hak sipil dan kesetaraan dengan mengenang pidato legendaris "I have a dream" yang disuarakan oleh Martin Luther King Jr. Momentum ini sangat relevan dalam memperkuat pemahaman mahasiswa tentang pentingnya memperjuangkan keadilan dan perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk.

Seluruh rangkaian studi wawasan sejarah dan kebudayaan di jantung ibu kota Amerika Serikat ini dapat terselenggara secara maksimal berkat dukungan penuh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI. Sebagai mitra strategis yang utama, LPDP terus berkomitmen memfasilitasi para kader ulama muda untuk menyerap pelajaran dari sejarah peradaban global, agar kelak mampu membumikan nilai-nilai Islam yang inklusif dan progresif di Tanah Air.

Oleh Nurul Mashuda

Tags :
Share :

Related Posts: