Gus Hilal Serukan Transformasi Diri Melalui Khutbah Jumat di San Bernardino

Gus Hilal Serukan Transformasi Diri Melalui Khutbah Jumat di San Bernardino

SAN BERNARDINO, CALIFORNIA – Misi dakwah dan diplomasi spiritual delegasi mahasiswa pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) di Amerika Serikat terus menggema dengan penuh hikmah. Pada Jumat siang, 8 Mei 2026, giliran Gus Muhammad Nurul Hilal yang memikul amanah mulia sebagai khatib sekaligus imam ibadah salat Jumat di Masjid At Taqwa NMC yang berlokasi di San Bernardino, California. Penugasan di ruang publik internasional ini merupakan bagian dari jadwal strategis yang disusun secara cermat oleh Prof. Muhamad Ali selaku supervisor program short course dari University of California, Riverside (UCR), guna mengasah kapasitas kepemimpinan dan retorika global para kader ulama muda.

Tepat pada pukul 13.20 waktu setempat, Gus Hilal berdiri di hadapan jamaah multikultural untuk menyampaikan khutbah berbahasa Inggris yang sangat reflektif mengenai urgensi transformasi diri dan implementasi ketakwaan yang nyata. Dalam pemaparannya, ia menyoroti sebuah realitas sosial di mana banyak individu sangat piawai dalam memberikan nasihat, namun sering kali melupakan esensi untuk memulai kebaikan dari diri sendiri. Melalui tadarus Surah As-Saff ayat kedua dan ketiga, Gus Hilal menggemakan peringatan keras dari Allah swt terhadap mereka yang menyerukan kebaikan namun tidak mengerjakannya. Pesan ini semakin diperdalam dengan rujukan tafsir dari Syekh Tahir Ibnu 'Asyur dan Imam at-Thabari, yang menegaskan bahwa keimanan sejati adalah pondasi yang menuntut keselarasan antara perkataan dan perbuatan.

Sentuhan emosional dalam khutbah tersebut memuncak ketika Gus Hilal mengutip kebijaksanaan mendalam dari sufi legendaris Jalaluddin Rumi: "Kemarin saya pintar, sehingga saya ingin mengubah dunia. Hari ini saya bijaksana, sehingga saya ingin mengubah diri saya sendiri." Mengangkat konsep mujahadah, Gus Hilal mengingatkan jamaah bahwa perubahan terbesar harus diawali dengan perjuangan sungguh-sungguh menundukkan ego dan hawa nafsu di dalam hati. Ia menegaskan bahwa tindakan nyata selalu memiliki gaung yang lebih keras daripada sekadar kata-kata. Sebuah transformasi kecil dari dalam diri akan menjadi katalisator kebaikan yang mampu menginspirasi keluarga, yang pada gilirannya akan menciptakan gelombang perubahan positif yang merata di tengah masyarakat.

Kegigihan dan kelancaran kiprah dakwah internasional para ulama muda ini tidak dapat dilepaskan dari dukungan penuh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI. Sebagai mitra strategis yang utama, LPDP terus membuktikan komitmen nyatanya dalam memfasilitasi delegasi PKUMI untuk mengekspresikan wawasan keislaman yang moderat dan transformatif di panggung dunia. Melalui dukungan berkelanjutan ini, para kader ulama diharapkan dapat kembali ke Tanah Air dengan membawa kepercayaan diri penuh serta rekam jejak kepemimpinan umat yang kokoh di tingkat global.

Oleh Nurul Mashuda

Tags :
Share :

Related Posts: